Posted by: Dicky Marianov | February 19, 2009

Tugas 1 Elektronika Industri (EL-2246)

Nama : Dicky Marianov

Nim : 13406121

Dosen : Budhi Rahardjo

1. Kesetrum itu apa?

Bisa disebabkan apabila kita:

- Menyentuh kabel telanjang berarus listrik
- Menyentuh kabel berarus yang isolasinya rusak
- Kegagalan peralatan
- Terkena muatan listrik statis
- Disambar petir
Sehingga listrik statis terakumulasi pada objek penghantar (tubuh kita) yang terisolasi dengan tanah yang menyebabkan aliran listrik dan elektron mengalir dalam tubuh kita hal ini yang disebut kesetrum.

2. Kenapa kesetrum berbahaya?

Akibat yang paling fatal adalah meninggal dunia. Dengan demikian listrik termasuk high risk. Akibat langsung dari sengatan listrik biasanya akan terasa kesemutan. Bila sengatan listrik terus berlangsung, akan mulai menganggu pernafasan dan bahkan bisa merusak jaringan syaraf. Akibat tidak langsung dari sengatan listrik tidak kalah bahaya nya, misalnya jatuh dari ketinggian tertentu. Hal ini bisa terjadi pada seorang karyawan yang kebetulan sedang memperbaiki instalasi listrik pada ketinggian tertentu. Karena terkejut (akibat sengatan listrik) jatuh dan berakibat fatal.

3. Batas aman kesetrum?

Jantung kita memiliki hambatan alami sebesar 5 kilo ohm batas maksimal arus listrik yang bisa mengaliri jantung kita sebesar 10 mili ampere, apabila arus listrik yang mengaliri jantung kita lebih dari 10 mili ampere maka kerja jantung kita akan terganggu. Pada saat arus listrik yang mengalir dalam jantung kita sebesar 15-20 mili ampere maka jantung akan berhenti bekerja. Untuk wanita batas aman arus listrik yang mengaliri jantung yaitu kurang dari 10 mili ampere.

Dengan menggunakan rumus ( V = I x R ) jika kita masukkan angka-angka maksimal arus yang bisa lewat jantung, dan resistansi natural jantung, maka kita bisa mendapatkan besar tegangan maksimal yang bisa diterima tubuh kita sebesar :

V = I x R

V = 10 mili Ampere x 5 kilo Ohm

V = 50 volt

4. Bahaya mana kesetrum listrik AC atau DC?

Secara umum, arus searah (DC) tidak terlalu berbahaya jika dibandingkan dengan arus bolak-balik(AC). Efek AC pada tubuh manusia sangat tergantung kepada kecepatan berubahnya arus (frekuensi), yang diukur dalam satuan siklus/detik (hertz). Arus frekuensi rendah (50-60 hertz) lebih berbahaya dari arus frekuensi tinggi dan 3-5 kali lebih berbahaya dari DC pada tegangan (voltase) dan kekuatan (ampere) yang sama.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.